Berjualan di E-commerce menjadi hal yang sangat menarik saat ini. Bagaimana tidak, berdasarkan Internetworldstats, ada lebih dari 200 juta penduduk Indonesia yang telah menggunakan Internet. Sehingga potensi berjualan online pun nampak menggiurkan.
Tapi nyatanya menjual barang di pasar online tidak semudah itu. Masih ada beberapa pedagang yang kesulitan untuk mendapatkan pembeli. Jadi, bagaimana cara menarik pelanggan di E-commerce?
Mari Pahami Dulu Mengenai E-Commerce
Ecommerce merupakan platform yang memungkinkan untuk semua aktivitas dan transaksi ekonomi dilakukan secara online.
Aktivitas jual beli secara online ini biasanya dilakukan pada pasar online yang disebut marketplace atau perangkat milik penjual sendiri, seperti website dan atau aplikasi mobile.
Penjual yang memiliki website dan aplikasi mobile sendiri, biasanya dapat menarik lebih banyak pelanggan. Sebab, dinilai lebih terpercaya. Selain menarik pelanggan dengan cara tersebut, pemilik ecommerce juga sebaiknya mempraktikkan ecommerce marketing.
Kamu ingin memasarkan produk secara online juga? Agar bisa bersaing dengan penjual lain dan menarik lebih banyak pelanggan, sebaiknya kamu cari tahu dahulu cara menarik pelanggan dengan ecommerce marketing, di bawah ini!
Apa itu E-commerce Marketing?

Ecommerce marketing adalah proses promosi untuk meningkatkan traffic ke dalam toko online. Caranya adalah dengan mengonversi traffic tersebut menjadi transaksi pembelian. Ecommerce marketing juga bermanfaat untuk menarik pembeli baru yang sebelumnya belum pernah mengetahui ecommerce kamu.
Selain itu, ecommerce marketing juga bermanfaat untuk menarik pembeli lama agar kembali ke toko kamu ketika ingin membeli produk yang sebelumnya sudah pernah dibeli.
Jenis E-Commerce dan Contohnya

Sebelum membahas lebih jauh tentang cara menarik pelanggan dengan ecommerce marketing, ada baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu enam jenis ecommerce dan contohnya di bawah ini.
1. Business to business (B2B)
Ecommerce B2B adalah sebuah perusahaan yang menjual produk atau jasa yang diperuntukkan kepada perusahaan lainnya dan bukan konsumen individu.
Contohnya adalah agen sembako yang menjual barang-barang sembako ke warung kecil lainnya. Produk yang ditawarkan pun dapat berupa fashion items, makanan, bahkan sampai jasa. Contoh B2B di Indonesia adalah Ralali, Made in Indonesia dan Monotaro.
2. Business to consumer (B2C)
Ecommerce yang satu ini memiliki kemiripan dengan B2B. Bedanya, perusahaan menjual produk atau jasa kepada konsumen secara langsung. Konsumen juga biasanya akan membeli barang dengan jumlah kecil atau mengecer. Contoh B2C di Indonesia adalah Shopee, Tokopedia, dan Lazada.
3. Consumer to consumer (C2C)
C2C adalah transaksi online antara dua individu. Barang yang biasanya dijual dalam C2C adalah barang bekas. Contoh C2C adalah Bukalapak, OLX, dan Kaskus.
4. Consumer to business (C2B)
Bertolak belakang dengan B2C, ecommerce C2B adalah jenis ecommerce di mana seseorang menjual produk atau layanan, kepada sebuah perusahaan. Misalnya, seorang pelukis menjual produknya untuk dipajang di suatu restoran atau perusahaan. Contoh C2B adalah Sribulancer, Upwork, dan iStock.
5. Business to public administration (B2A)
Ecommerce jenis ini mirip dengan B2B, tetapi pelakunya adalah bisnis dan lembaga pemerintah. Misalnya adalah jasa pembuatan website untuk sistem pembayaran di suatu perusahaan. Contoh B2A yaitu Qlue, bukukas, dan Talenta.
6. Consumer to public administration (C2A)
Jenis ecommerce ini mirip dengan C2B. Namun, transaksi ini dilakukan oleh individu dan lembaga pemerintah. Jenis transaksi yang terjadi biasanya berbentuk jasa. Contoh C2A di Indonesia adalah Jamsostek.
Trik Menarik Pelanggan dengan Ecommerce Marketing

Beberapa cara menarik pelanggan dengan ecommerce marketing yang bisa kamu lakukan, yaitu:
1. Gunakan Search Engine Optimization atau SEO
Untuk menerapkan cara ini, kamu perlu membuat konten dengan kata kunci yang tepat dan banyak dicari orang. Hal ini berguna untuk mendapatkan traffic yang lebih baik. Konten yang biasanya dibuat dengan SEO adalah artikel.
Agar cara ini bisa berjalan dengan efektif, kamu harus benar-benar paham dengan kebutuhan target pasar. Setelah itu, kamu mulai bisa membuat konten yang sesuai.
2. Manfaatkan Media Sosial
Tidak bisa dipungkiri, media sosial merupakan salah satu cara paling ampuh untuk menarik pelanggan baru, khususnya di era digital seperti sekarang.
kamu juga bisa meningkatkan traffic website dengan aktif menggunakan media sosial. selain itu, kamu juga bisa menggunakan fitur repost untuk memasukkan konten pelanggan lama, guna mendapatkan pelanggan baru.
3. Pakai Fitur Live Chat untuk Terhubung Dengan Pelanggan
Setelah berhasil menarik banyak pelanggan, sekarang saatnya mempertahankan pelanggan agar bisa betah berada di website kamu. Salah satunya dengan menggunakan fitur live chat.
Live chat memungkinkan kamu untuk lebih mengarahkan pencarian pembeli pada suatu halaman tertentu, tanpa pembeli perlu bersusah payah mencarinya. Hal ini memudahkan pembeli untuk mendapatkan solusi atas masalah yang sedang dihadapinya, dengan cara yang cepat.
4. Optimalkan Halaman Toko Online
Kamu dapat mengoptimalkan halaman toko online kamu dengan conversion rate optimization (CRO), yaitu cara yang dapat diterapkan dalam mengoptimalkan konversi penjualan toko online. Menerapkan CRO dapat memudahkan kamu menganalisis masalah yang dihadapi pelanggan.
Misalnya, faktor apa yang membuat kamu kehilangan kesempatan berjualan, pelanggan seperti apa yang meninggalkan toko dan mengapa.
Setelah menggunakan CRO, kamu bisa melakukan berbagai macam cara untuk mengoptimalkan performa toko online. Misalnya, memperbaiki tampilan atau menambah fitur tertentu. Data dari hasil CRO bersifat kualitatif dan kuantitatif. Jadi, kamu bisa mendapatkan hasil yang optimal.
Mempraktikkan ecommerce marketing memang tidak semudah yang dibayangkan. Namun, tidak ada salahnya jika kamu mulai melakukannya dan bersiaplah mendapatkan banyak pelanggan.
Referensi